Minggu, 22 Maret 2009

MEMAHAMI HIRARKI DALAM STRATIFIKASI SOSIAL

Dalam pergaulan ,manusia cendrung mengklasifikasikan diri dalam posisi- posisi sosial, yang menyebabkan masyarakat terbagi dalam berbagai lapisan sesuai dengan sistem erarki yang umum berlaku .

Masyarakat di manapun, memiliki sistiem –sistem erarki dan dalam hirarki ini , para anggota masyarakat ditempatkan pada posisi sosial tertentu, baik itu tinggi maupun rendah dan biasanya ini terlihat saat mereka saling berinteraksi pada kumunitasnya .

Bagaimanakah hirarki dapat terbentuk dan berkembang dalam suatu kumunitas berikut kutipan tentang terbentuknya hirarki dalam strata sosial yang diambil dari Buku pengantar Sosiologi karangan Drs. DA Wila Huki BA sebagai berikut :

Stratifikasi dianalogikan pada istilah geografi, yang menunjukan adanya perbedaan diatara lapisan tanah atau sejenisnya, masyarakat pun mempunyai beberapa lapisan ( stratum) sosial yang merupakan katagori – katagori,katagori – katagori ini terbentuk berdasarkan kriteria tertentu, yang biasanya diketehui secara umum oleh anggota masyarakat yang bersangkutan atau pada komunitas tertentu hal ini menuntut kemampuan masyarakat membentuk dan memiliki skala evaluasi vertikal yang disebut kriteria sosial. Dalam sekala ini populasi diukur kemudian ditempatkan dalam bagian atau stratum yang ada di dalam komunitasnya.

Kreteria sosial ini dianggap bermakna oleh komunitasmya dan ini bervariasi dari satu kumunitas dengan kumunitas lainnya di masyarakat dan kriteria tersebut beraneka ragam, karena sangat dipengaruhi oleh adat istiadat, nilai dan latar belakang masing-masing masyarakat, stratafikasi sosial, juga menunjukan status sosial seseorang di dalam komunitasnya.

Dengan demikian posisi sosial seseoarng atau kelompok dalam hubungan dengan pihak yang lain, sesuai dengan rengking yang di tetapkan kumunitasnya/ kelompok baginya rangking ini ditetapkan berdasar pada keriteria sosial yang terdiri dari nilai sosial dalam kumunitas itu sendiri. Dalam masyarakat tertentu, pendapatan dan kekayaan materi menjadi kriteria yang terpenting bagi penentuan status sosial. Dalam masyarakat yang berbeda, Kasta, nama keluarga dan latar belakang kehidupan yang menjadi kriteria sosial. Ada pula penilaian dari kumunitas tertentu yang mendasarkan penilaiannya pada pendidikan dan pemilikan tanah namun kriteria yang bagaimanapun bentuknya , yang jelas semuanya berfungsi untuk menilai dan menempatkan orang –orang atau kelompok dalam beberapa strata , dalam system hirarki kelompok /masyarakat

Mengingat kutipan ini diambil dari seorang penulis yang berorentasi pada Sosilogi oleh karenanya penerapan dalam bidang Kepolisian tentu pernyataan diatas dapat

diterjemahkan menjadi orientasi yang lebih pokus pada dinamika Kepolisian dimana secara intern, erarki sesuai “ stratum “ di tubuh Polri telah ada dan mutlak diperlukan untuk memudahkan dalam menjalankan fungsi manajerial , anggota Polri ditutntut menyadari dan mampu memahami stratum dalam pelaksanaan tugas/kewajiban dan tanggung jawabnya sesuai ketentuan yang berlaku (pangkat dan jabatan) untuk mencapai tujuan organisasi guna menghindari disiplin semu di tubuh organisasi. Sedangkan secara ektern diharapkan anggotaPolri mampu menagkap keberadaan stratum sosial yang ada di masyarakat dalam pelaksanaan tugasnya dilapangan hal ini penting untuk mengenali tokoh tokoh di masyarakat dalam menepatkan ketokohan mereka secara erarki sesuai setratumnya di masyarakat di dalam memecahkan suatu permasalahan bertalian dengan Perpolisian masyarakat .



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar